Bekasi, 12 Februari 2025 – SDIT Al Ihsan Legenda, salah satu sekolah dasar Islam terpadu di Bekasi, turut berpartisipasi dalam kegiatan Uji Keterbacaan Bacaan Anak Berbasis Naskah Kuno yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji sejauh mana materi bacaan anak yang diadaptasi dari naskah kuno dapat diterima dan dipahami oleh anak-anak sebagai target pembacanya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap warisan budaya bangsa, kegiatan ini melibatkan berbagai sekolah di wilayah Jabodetabek, termasuk SDIT Al Ihsan Legenda. Berikut adalah daftar undangan peserta kegiatan yang hadir pada acara tersebut:
Kontribusi SDIT Al Ihsan Legenda
SDIT Al Ihsan Legenda mengirimkan delegasi yang terdiri dari 3 peserta didik, 3 guru pendamping, dan 1 sopir untuk mengikuti kegiatan ini. Peserta didik yang dikirim adalah siswa-siswa terpilih dari kelas 4-6 SD, yaitu:
1. Azzam Al Malik (Kelas 5)
2. Attyra Medina (Kelas 5)
3. Adzka Aqilah (Kelas 4)

Ketiga siswa ini menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa, Azzam Al Malik, bahkan berhasil meraih penghargaan sebagai “Pembaca Terbanyak” karena telah membaca total 8 buku yang diadaptasi dari naskah kuno. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SDIT Al Ihsan Legenda memiliki minat dan kemampuan yang baik dalam membaca serta memahami materi budaya.
Guru-guru pendamping yang turut hadir, yakni Raden Duding Indra (Waka Kesiswaan), Lusy Kartika Ekawati (Guru BK), dan Nurul Mutmainnah (Guru Kelas), memberikan masukan positif terkait materi bacaan. Mereka menyampaikan bahwa cerita-cerita yang diadaptasi dari naskah kuno sangat menarik dan relevan bagi anak-anak. Namun, beberapa istilah dalam cerita masih perlu disederhanakan agar lebih mudah dipahami oleh siswa.
Hasil dan Ketercapaian Kegiatan
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan bagi siswa, tetapi juga menghasilkan beberapa capaian penting, antara lain:
1. Penghargaan Pembaca Terbanyak:
– Azzam Al Malik dari SDIT Al Ihsan Legenda berhasil membaca 8 buku selama kegiatan berlangsung. Ini merupakan jumlah tertinggi dibandingkan dengan peserta lainnya.
– Penghargaan ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk lebih giat membaca dan mengenal naskah kuno.
2. Feedback Positif dari Guru Pendamping:
– Guru-guru pendamping memberikan apresiasi atas upaya Perpustakaan Nasional dalam melestarikan warisan budaya melalui literatur anak.
– Mereka menyarankan agar cerita-cerita yang diadaptasi dari naskah kuno dilengkapi dengan ilustrasi atau gambar untuk membuat cerita semakin menarik bagi anak-anak.
3. Rekomendasi untuk Pengembangan Materi:
– Beberapa istilah dalam cerita masih memerlukan penjelasan tambahan agar lebih mudah dipahami oleh siswa.
– Penambahan elemen visual seperti ilustrasi atau gambar dapat meningkatkan daya tarik cerita.
4. Antusiasme Siswa:
– Ketiga siswa dari SDIT Al Ihsan Legenda menunjukkan minat yang besar terhadap cerita-cerita yang diadaptasi dari naskah kuno.
– Mereka aktif berdiskusi selama sesi interaktif dan memberikan masukan positif tentang isi cerita.
Makna Kegiatan bagi Dunia Pendidikan
Kegiatan ini tidak hanya sekadar uji coba materi bacaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda. Melalui cerita-cerita yang diadaptasi dari naskah kuno, anak-anak diajak untuk mengenal nilai-nilai budaya, sejarah, dan pengetahuan yang terkandung dalam naskah-naskah tersebut.
Bagi SDIT Al Ihsan Legenda, partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian budaya bangsa. Sekolah berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga semakin banyak anak-anak yang tertarik untuk mempelajari dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Kegiatan Uji Keterbacaan Bacaan Anak Berbasis Naskah Kuno yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah memberikan dampak positif bagi peserta didik dan guru pendamping dari SDIT Al Ihsan Legenda. Antusiasme siswa dalam membaca serta penghargaan yang diraih oleh Azzam Al Malik menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen pelestarian budaya bangsa.
Semoga hasil dari kegiatan ini dapat digunakan sebagai referensi untuk pengembangan literatur anak yang lebih menarik dan edukatif. Harapan kami, kolaborasi antara sekolah-sekolah dan Perpustakaan Nasional dapat terus berlanjut demi menciptakan generasi yang peduli terhadap warisan budaya bangsa.
Jakarta, 12 Februari 2025
Aris Prabayoansa